2007 — MASA KECIL
Tempat semuanya bermula
Saya lahir dan besar di kampung. Dari sana, saya mengenal arti rumah—tempat keluarga berkumpul dan tempat yang selalu ingin saya tuju, sejauh apa pun nanti saya pergi.
Sebuah catatan kecil tentang hidup
Tentang seorang anak kampung yang sedang belajar melangkah jauh, membawa rindu, doa, dan harapan orang tua.
Baca ceritakuSedikit tentang saya
01 / PERKENALANNama saya Ihsan Fadhilah. Saya lahir pada 9 Februari 2007, tumbuh besar di kampung, dan menjadi anak pertama dari tiga bersaudara. Menjadi yang paling tua membuat saya sering memikirkan banyak hal—tentang keluarga, tentang tanggung jawab, dan tentang ingin menjadi seseorang yang bisa dibanggakan.
Tidak setiap hari punya cerita besar. Ada hari yang terasa biasa saja, ada juga hari yang membuat saya berhenti sebentar dan berpikir. Saya ingin menyimpan semuanya di sini: bukan karena hidup saya selalu luar biasa, tetapi karena hal-hal sederhana pun layak dikenang.
Langkah demi langkah
02 / PERJALANAN2007 — MASA KECIL
Saya lahir dan besar di kampung. Dari sana, saya mengenal arti rumah—tempat keluarga berkumpul dan tempat yang selalu ingin saya tuju, sejauh apa pun nanti saya pergi.
2025 — LANGKAH BARU
Pada tahun 2025, saya memulai perjalanan sebagai mahasiswa D3 Teknik Informatika di Politeknik Negeri Banjarmasin. Kuliah membawa saya ke pengalaman baru, sekaligus mengajarkan rasanya menjalani hari-hari jauh dari orang tua.
SEKARANG — SEMESTER 3
Sekarang saya sedang menjalani semester 3. Tidak setiap hari mudah, tapi satu langkah kecil tetap berarti. Saya berusaha menikmati prosesnya, sambil menjaga alasan mengapa saya memulai.
Hal yang paling terasa
Ada sedihnya ketika harus kuliah jauh dari orang tua. Hal-hal kecil yang dulu terasa biasa—obrolan di rumah, kehadiran mereka, atau sekadar tahu ada keluarga di dekat kita—bisa terasa begitu dirindukan.
Saya tahu orang tua menaruh harapan besar agar saya berhasil. Harapan itu kadang terasa berat, tetapi juga menjadi pengingat untuk terus berusaha. Saya ingin membalas semua doa dan pengorbanan mereka, meski jalannya mungkin pelan dan tidak selalu mulus.
Untuk Bapak dan Ibu, dengan rindu.03 / UNTUK SAYA DI MASA DEPAN
Tidak harus selalu hebat. Tidak harus selalu tahu jawabannya. Cukup terus melangkah, jaga diri baik-baik, dan jangan lupa pulang.
Kembali ke awal